Superman Is Dead(disingkat SID) adalah sebuah
grup musik dari
Bali, bermarkas di
Poppies Lane II - Kuta.
Grupmusik ini beranggotakan tiga pemuda asal Bali, yaitu: Bobby Kool
sebagaigitaris dan vokalis, Eka Rock sebagi bassis, dan Jerinx sebagai
drummer.
Pada awal mula kemunculan, sekitar akhir tahun
1995, SID terpengaruh gayamusik dari band-band asing seperti
Green Daydan
NOFX. Di kemudian hari,inspirasi musikal SID bergeser ke
genrePunk 'n Roll à la grupmusik
Supersuckers,
Living End dan
Social Distortion.
Penggemar Superman Is Dead disebut Outsiders bagi yanglaki-laki dan Lady Rose bagi yang perempuan.
Sejarah
SID
punk rock perintis Bali, yang lahir dan dibesarkan diKuta Rock City.
Band ini adalah tiga akord sikap-berat pemuda, dengan nama:Bobby Kool
(lead vocal, gitar, seorang pecinta anjing dan seorang desainergrafis),
Eka Rock (rendah ridin' keluarga manusia, peminum bir, meletakkankembali
bass, dan backing vocal dan hangat smilin' Rock 'N Roll bandman,
ituwarior), Jrx (rendah ridin' minum bir, Rock 'N Roll Pangeran menawan,
drumerdan seorang pecandu hairwaxPemilik bar)
Nama
'Superman is Dead' dimulai dengan ' evolusi dari batucandi Pilot
"Superman Silvergun". Nama pindah ke "Supermanadalah mati" karena mereka
seperti gagasan bahwa ada hal seperti sebagaiorang yang sempurna di
luar sana.
SID benar-benar tersandung bersama-sama di ' 95, digambar
oleh cinta merekaumum Green Day dan RSS Submit. Pengaruh mereka segera
diperluas untuk punk 'nroll genre ala Supersuckers, Living End dan
Social Distortion, dan di sini merekatinggal. Mereka mengatakan apa yang
mereka ingin katakan, bagaimana merekaingin mengatakannya. Di wajah
Anda, mengatakan hal itu tepat.
Citra publik SID diri dijelaskan,
adalah "Punk Rock Bali" (berpikirmentah energi RSS Submit vs Social
Distortion supersonically berbahan bakardengan bir basah Bali Rockabilly
sikap).
Sejarah? SID menghasilkan album mereka tiga mandiri
(anak-anak bekerja tahunpekerjaan jelek malam), dengan hebat, kecil
skala indie label 1997 "kasus15", 1999 "Superman adalah mati", 2002
"buruk burukburuk" (mini album, trek 6).
Pada Maret 2003, SID
akhirnya menandatangani dengan Sony BMG Indonesia setelahperundingan
lebih lanjut mengenai hak mereka untuk menyanyi sebagian besarjejak
mereka dalam bahasa Inggris dan memiliki hak penuh artistik atas
mereka'gambar'!! Dengan keputusan itu mereka yang tunggal handedly
menjadi bandpertama dari Bali diundang untuk mendaftar dengan label
rekaman besar diIndonesia, band pertama bangsa mereka (sepengetahuan
saya) untuk merekamsebagian besar lagu-lagu dalam bahasa Inggris dan
band punk pertama diIndonesia untuk mendapatkan eksposur nasional dan
promosi yang bekerja denganlabel utama di ketiga negara dunia
menyediakan. Dan begitu mulai sejarahIndonesia Punk Rock!
Dan
sebagai untuk pertanyaan yang semua orang ingin tahu,bom terkenal di
Bali terjadi tentang 75meter dari rumah mereka, markas pusat,punk rock
butik, bar dan latihan studio yang juga Jrx' rumah, di jantung Kuta.
Setelah
panel memukul kembali pintu bergulir studio dan pergeseran
puing-puingkecil, latihan berlanjut seperti biasa. Ya, mereka melihat
banyak, mengisapwaktu besar, tetapi yang ' tidak akan berhenti 'em!
Dan
di mana mereka sekarang? Pada akhir tahun 2002, salah satu majalah
musiklebih terhormat di sini dikutip SID sebagai "The Next Big
Thing"untuk 2003. Dengan rilis album keempat "Kuta Rock City" diikuti
olehudara utama bermain secara nasional dan di beberapa negara di luar
negeri,ditambah dengan popularitas instan mereka klip film terbaru.
SID
tiba-tiba menemukan diri mereka yang tur terus-menerus di
seluruhIndonesia. Minggu lalu mereka berada di empat besar kota besar di
Indonesia,pada tiga pulau, dalam 7 hari! Kadang-kadang bermain secara
gratis di bawahtanah adegan klub, kadang-kadang di jalan skate pihak
atau band alternatifFestival di banyak Universitas dan bahkan
kadang-kadang di "berkelas"tempat yang akan memiliki mungkin ditolak
mereka masuk tahun yang lalu!
Yang berarti lebih banyak bir untuk semua.
Pada tahun 2003 SID bahkan mendapat menyebutkan di waktu Asia.
Mereka
juga memenangkan beberapa penghargaan musik "MTV Awards untuk BestNew
Artist 2003", "AMI Awards untuk Best New Artist 2003" dannominasi lagi
dalam "AMI Awards 2006 untuk The Album Rock Terbaik".
Oktober
2007, mereka melakukan tur Australia yang menakjubkan, 8 kota,
16pertunjukan, 33 hari dengan mereka etika kerja D.I.Y yang kuat.
Juni-Juli
2009, Superman Is Dead mengadakan tur Amerika, 16 pertunjukan di
16kota. 11 pertunjukan mereka 'Vans Warped Tour' dan pertunjukan
terakhir 5 'DariBali dengan Rock'. Mereka melakukan pekerjaan yang
sangat sulit untuk berhasiltur ini bersemangat, telah menyeberangi tanah
besar dari westcoast ke eastcoastdan kembali ke westcoast.
SID
telah berbagi tahap dengan band-band internasional seperti
Internationalkebisingan konspirasi, RSS Submit, MXPX dan Hoobastank.
Mereka
tetap bangga, anak laki-laki dari jalan-jalan di Kuta dengan cinta
punkrock, bir dan waktu yang baik. Siap untuk apa pun yang datang
selanjutnya,bersemangat tentang pertunjukan berikutnya.
Langkah Fenomenal SID
• Agustus 2002, Openning undang-undang Hoobastank, Hard Rock Hotel, Kuta, Bali
• Superman Is Dead "Hot & aneh orang 2003" MTV Trax majalahJanuari 2003
• Juni 2003 Superman Is Dead "MTV artis eksklusif bulan"
• Double Platinum Sony musik untuk Album Kuta Rock City
• 2003, MTV Award "paling favorit artis baru"
• 2003, AMI penghargaan "Artis baru terbaik"
• 2004, SCTV Music Awards "Paling terkenal Album calon, Pop RockKategori" untuk Album Kuta Rock City
• 2006, AMI penghargaan "Rock Album terbaik calon" untuk Album BlackMarket Love
• 2006, "Superman Is Dead Band lokal terbaik" Beat Awards.
• 20 best Album Indonesia 2006 untuk The Black Market Love Album. RollingStones majalah Januari 2007
• April 2007, SID pembukaan undang-undang untuk Punk rock Amerika SerikatRSS-Submit di Hard Rock Café, Kuta, Bali.
• Soundrenaline suara perubahan 2007 Jimbaran Bali, calon artis "Pesanperubahan".
Album
Kuta RockCity
Kuta
RockCity dirilis secara resmi pada Maret 2003 dibawah label Sony Music
Indonesia.Dengan single-single andalannya yaitu Punk Hari Ini dan Kuta
Rock City yangkental dengan pengaruh Green Day dan
NOFX
langsungmembuat nama SID disejajarkan dengan band-band rock.Selain
beberapa lagu baru,SID juga menambahkan beberapa lagu lama dari album
indie mereka tetapi denganaransemen yang lebih baik dan baru. Album
perdana SID ini langsung melambungkannama SID sebagai band pendatang
baru terbaik. Selain itu pula, ini merupakanlangkah pertama SID di mayor
label yang menimbulkan beberapa kontroversi dikalangan punk.
The HangoverDecade
Album
yangdirilis tahun 2005 ini merupakan penanda 10 tahun SID berdiri. Di
albumkeduanya SID masih mengambil jalur Punk seperti pada album
Kuta Rock City,
Di Albumini SID kembali memasukkan beberapa lagu lamanya seperti Long
Way to The Bar,TV Brain, Bad bad bad, dan Beyond This Honesty.
Black MarketLove
Albumketiga ini terkesan lebih dewasa,dengan
lirik yang berceritatentang kemarahan alam, keserakahan manusia,
keadaan sosial dan politik. Denganmemasukkan unsur-unsur alat musik
seperti akordion, trompet dan keyboards,seperti pada lagu Bukan Pahlawan
dan Menginjak Neraka. Album ini dirilis tahun2006.
Angels andthe Outsiders
Albumkeempat
yang dirilis tahun 2009 pada mayor label ini mengesankan bahwa
semakindewasanya SID. Masih seperti album sebelumnya, SID tetap
mengandalkan liriksosial dan perlawanan terhadap penindasaan. Album kali
ini SID masih memainkanmusik punkrock dengan sentuhan rock n' roll.
Album SID ini menuai keberhasilan.Salah satunya adalah SID berhasil
diundang ke Warped Tour Festival di AmerikaSerikat dan melaksanakan tour
di beberapa kota di USA. Ini merupakankeberhasilan SID karena merupakan
satu-satunya band Indonesia dan band kedua diAsia yang dipanggil ke
Warped Tour walaupun album mereka tidak dirilis di USA.
The Early Years, Blood, Sweat andTears
Album khusus yang dirilis terbatas dalam bentuk bentuk vinyl ataupiringan hitam versi
long play
atau LP tahun 2012. Mereka memasukkankarya terbaik mereka dari tahun
1997 hingga tahun 2009. Sampul album The EarlyYears, Blood, Sweat and
Tears menggambarkan suasana Poppies Lane II - Kuta padaera 80an ketika
wilayah tersebut belum ada bangunan dan hanya ditumbuhi pohonkelapa dan
rumput.
Diskografi
Sony-BMGMusic Entertainment Indonesia
·
KutaRock City (2003)
·
The Hangover Decade (2005)
·
BlackMarket Love (2006)
·
Angels and the Outsiders(2009)
·
AkuAnak Indonesia (Single) (2011)
·
TheEarly Years, Blood, Sweat and Tears (2012)
RilisanSendiri
·
Case 15 (1997)
·
Superman Is Dead (albm)(1998/1999)
·
BadBad Bad (2002)
Kompilasi
·
100% Attitude(1999)
· Artis: SID, Djihad, Commercial Suicide, dll
·
No Place To Get Fun(2002)
· Artis: SID, Rocket Rockers, Respect, Naon, dll
·
New Generation Calling(2003)
· Artis: SID, Rocket Rockers, Shaggy Dog, TheBahamas, dll
Video Klip
2002"White Town” Album “Bad Bad Bad” Director by Outsider Film
2003"Kuta Rock City” Album ”Kuta Rock City” Director by Rizal Mantovani
2003"Punk Hari Ini” Album “Kuta Rock City” Director by Ridwan
2004"Muka Tebal” Album ”The Hangover Decade” Director by Outsider Film
2004"Rock ‘N Roll Band” Album “The Hangover Decade” Director by Outsider Film
2004"Disposable Lies” Album “The Hangover Decade” Director by Umum Production
2006"Bukan Pahlawan” Album “Black Market Love ”Director by Eric Est Movie
2006"Black Market Love” Album “Black Market Love” Director by Bob Calabrito
2007"Menginjak Neraka” Album “Black Market Love” Director by Eric Est. Movie
2007"Lady Rose” Album “Black Market Love ”Director by Eric Est. Movie
2007"Goodbye Whiskey” Album “Black Market Love” Director by Outsider Film
2008,Superman Is Dead Rock-A-Bali Australian Tour 2007, Produksi outSIDer Inc,Format DVD, For Promotional Stuff Not for Sale
2009,"Kuat Kita Bersinar " Album " Angels and The Outsiders"Director by Patrick Effendy
2009,"Jika Kami Bersama- Featuring Shaggy Dog " Album " Angels andThe Outsiders" Director by Patrick Effendy
2009,"Saint Of My Life" Album " Angels and The Outsiders" ,A footagemusic video from SID American Tour 2009
Award
Superman IsDead "Hot & Freaky People 2003” MTV Trax Magazine January 2003
June 2003Superman Is Dead “MTV Exclusive Artist of the Month”
DoublePlatinum Sony Music for Kuta Rock City Album
2003, MTVAward “Most Favorite New Artist”
2003, AMIAward “The Best New Artist”
2004, SCTVMusic Awards “The Most Famous Album Nominee, Pop Rock Category” for Kuta RockCity Album
2006, AMIAwards “The Best Rock Album Nominee” for Black Market Love Album
2006,“Superman Is Dead The Best Local Band” The Beat Awards.
20 the bestIndonesian Album 2006 for The Black Market Love Album. Rolling Stones MagazineJanuari 2007
150 the BestIndonesian Album for Kuta Rock City Album. Rolling Stones Magazine, SpecialCollectors’ Edition Desember 2007.
50 HypeThings in Indonesian Music Industrial 2008 for Superman Is Dead.
Trax Music& Attitude Magazine Edition Januari 2008.
Personil
Bobby Kool
I Made Putra Budi Sartika (lahir di
Denpasar,
8September 1977;umur 35 tahun; nama asli dari Bobby Kool) adalah personel dari grup musik asal
Bali,
Indonesia,
SupermanIs Dead. Di grup Superman Is Dead, Bobby memainkan instrumen
gitar dan sekaligussebagai
vokalis.
Awal Karier
Nama panggilannya ketika masa kanak-kanak adalah Bobby Bikul(bikul berarti tikus dalam
bahasa Bali). Ketika karirnya dalam musik dimulai iamengganti namanya menjadi Bobby Kool. Masa kanak-kanaknya dihabiskan di
Denpasar. Iamenyelesaikan kuliahnya di
Sastra Inggris, Fakultas sastra
Universitas Warmadewa
Denpasar. Pada masaperkenalannya dengan musik ia lebih tertarik
memainkan alat musik drum. Ketikaia mulai membentuk sebuah kelompok
musik ia baru tertarik pada alat musikgitar. Selain ketertarikannya
dalam musik ia dikenal juga sebagai penggemar
sepeda dan seorangdisainer. Ia kerap merakit sebuah sepeda dari rongsokan sepeda yang tidak terpakaiatau rusak
[1].Hobinya
terhadap sepeda kelak menjadi salah satu citra khusus pada
dirinyaketika mendirikan kelompok musik Superman Is Dead di mana ia
memperkenalkankepada para penggemarnya tentang slogan "lebih baik naik
sepeda".Profesi lainnya adalah sebagai disainer grafis, Ia sempat
bekerja sebagaidisainer untuk sebuah perusahaan majalah
kartun di Bali,sebuah koran
surfingdi Bali dan pada akhirnya bergabung bersama
Rizal Tanjung
seorangpeselancar nasional mendirikan perusahaan Electrohell yang
bergerak dalambidang pembuatan desain pakaian surfing dan mendirikan
studio rekaman. Semuasampul albumnya dirancang sendiri oleh Booby Kool.
PerjalananKarier
1995: Superman SilverGun
Pertemuandirinya dengan
Jerinx(drum) dan Lolot (gitar bass) pada tahun 1995 di
Kuta
di mana merekamemiliki minat sama pada musik dilanjutkan dengan
pembentukan kelompok musikbernama Superman Silver Gun, nama ini diambil
dari sebuah lagu milik
Stone Temple Pilots.Bobby
Kool mengambil posisi sebagai pemain gitar dan penyanyi dalam
kelompokmusik ini. Pada awalnya mereka kerap membawakan lagu-lagu dari
Green Day danmengisi acara pada panggung-panggung lokal di Bali.
1995-2002: Superman isDead (indie)
Padaperkembangan
Superman Silver Gun, mereka menemukan sebuah konsep tentang bahwatak
ada manusia yang sempurna. Konsep ini menyebabkan pergantian nama
kelompokmereka menjadi Superman Is Dead yang dianggap cocok. Nama
Superman Is Deadbiasa disingkat menjadi SID. Pada masa tersebut kelompok
SID sempat bergantipemain gitar bass dari Lolot kemudian terakhir
Eka Rock.Pada masa ini mereka telah menciptakan lagunya sendiri menghasilkan tiga album
indie:
Case 15 (1997),
Superman Is Dead (album) (1998/1999), dan
Bad Bad Bad(2002)
2001: Croto Chip
Pada masamerebaknya pengaruh musik
skadi
Indonesia, Bobby membuat sebuah proyek kelompok musik indie yang
mengusungaliran ska bernama Croto Chip dan melahirkan sebuah album
bertajuk"Percuma".
2003-sekarang:Superman is Dead (mayor label)
Pada tahun2003 Superman Is Dead secara resmi berada dalam naungan label
Sony Music Indonesia, ditandai dengandirilisnya album
Kuta Rock City. Album pertama mereka menuaikesuksesan yang dilanjutkan dengan rilisnya album-album Superman Is Dead yanglain,
The Hangover Decade (2005),
BlackMarket Love (2006),
Angels & the Outsiders (2009),
Aku Anak Indonesia(Single) (2011),dan
TheEarly Years, Blood, Sweet and Tears (2012) dalam format vinyl.
Eka Rock
I Made EkaArsana (lahir di
indonesia,
8 Februari 1975; umur 38 tahun; nama asli dari Eka Rock) adalah personeldari grup musik asal
Bali,
Indonesia,
SupermanIs Dead. Di grup Superman Is Dead, Eka Rock memainkan instrumen
bass.
Jerinx
I Gede Ari Astina (lahir di
Kuta,
10 Februari1977; umur 36 tahun)adalah personel dari grup musik asal
Bali,
Indonesia,
SupermanIs Dead. Di grup Superman Is Dead, Jerinx memainkan instrumen
drum dan di grupDevildiceBali sebagai
vokalis. Jerink juga pemilik dari
Rumble Clothing,
Twice Bar dan beberapa Tattoshop seperti
Lady Rose Tatto Shop.
Sisi LainSuperman Is Dead
Tiga Tukang di Balik Jutaan Penggemar (Sisi Lain SID)
Di balik nama besarnya, tiga personil SID hidupsederhana. Jauh dari gemerlap musisi dengan jutaan penggemar.
Cerita
berbeda itu saya dapatkan setelah membuat liputan tentang Superman
isDead (SID) untuk majalah Rolling Stone Indonesia. Sebelum liputan ini,
sayamengenal SID dan tiga personilnya hanya dari sumber lain. Misalnya
dari media massaatau teman mereka yang juga teman saya.
Dalam
beberapa kesempatan, saya juga bertemu mereka. Tapi, tidak ada
komunikasisecara personal. Hanya say hallo pada mereka, lalu mereka
membalasnya. Beberapakali saya nonton konser mereka, meski saya tak
menikmatinya karena padadasarnya saya memang tidak suka nonton konser
bersama ribuan orang. Saya agaktakut dengan keriuhan.
Berita
media, obrolan teman, dan penampilan di panggung melahirkan kesan(image)
di otak saya tentang SID: berangasan, gemerlap, dan selebritis.
Kesanitu didukung ikon-ikon yang menempel, sengaja maupun tidak, pada
SID dan tigapersonilnya: tato, bir, punk, glam, rebel, dan semacamnya.
Awal
Februari lalu, band yang lahir di Kuta pada tahun 1995 ini masuk
BillboardUncharted urutan ke-14. Dua minggu sebelumnya mereka ada di
urutan ke-23.Masuknya, SID dalam Billboard Uncharted ini karena
popularitas dan intensitasmereka di jejaring sosial, seperti Facebook,
Twitter, MySpace, dan seterusnya.
Di Facebook, merekalah musisi Indonesia dengan penggemar terbanyak: hampir 1,8juta fans!
Masuk
Billboard karena punya hampir 2 juta orang? Wow! SID di otak saya
makinjadi band yang besar dan gemerlap. Begitu pula dengan tiga
personilnya, IMade Putra Budi Sartika alias Bobby, I Made Eka Arsana
alias Eka, dan I GedeAri Astina alias Jerinx.
Tapi, aaah, stigma
memang berbahaya. Begitu juga kesan saya tentang mereka.Setelah kenal
secara personal, setidaknya lewat beberapa hari reportase,wawancara, dan
pemotretan, saya jadi tahu bahwa stigma, kesan, anggapan, dansemua
asumsi itu tak sepenuhnya benar.
Sebaliknya, mereka terlalu biasa
untuk ukuran band dengan penggemar terbesar dinegeri ini sekaligus
musisi pertama dari Indonesia yang masuk daftar majalahmusik bergengsi
dunia, Billboard.
Tanpa Bir
Kesan bahwa SID
itu angker pelan-pelan runtuh pas wawancara dengan mereka diTwice Bar,
Kuta. Ini wawancara pertama bersama mereka.
Sebelum berangkat, saya
sudah berpikir bahwa obrolan tiga jam itu akan dipenuhiasap rokok dan
bir. Ternyata saya keliru. Tidak ada bir sama sekali selamawawancara
tersebut. Eka si basis dan vokal latar hanya memesang teh hangat.Bobby,
vokalis dan gitaris, pesan jeruk hangat. Jerinx, yang juga pemilik
TwiceBar malah tidak minum sama sekali. Padahal, hampir tak pernah saya
melihatmereka tampil tanpa bir, terutama di Bali.
Beberapa hari
kemudian saya baru tahu alasan mereka kenapa tidak terlalu banyakminum
bir. “Sudah makin tua. Kami makin mengurangi minum bir. Beda
dengandulu,” kata Bobby.
Di kesempatan lain I Gede Ardi Suryana alis
Dodix, manajer SID, kemudianmenambahkan cerita tentang ritual minum bir
ini. Menurutnya, personil SIDpaling hanya minum bir ketika akan tampil.
“Biasalah ritual kecil,” katanya.
Di luar itu, mereka termasuk jarang minum bir. Jauh dari kesan saya tentangmereka.
Begitu
juga dengan rokok. Mereka terhitung tidak terlalu sering
merokoksetidaknya kalau dibandingkan teman-teman saya yang tukang hisap.
Hehe..Padahal, saya sudah berpikir bahwa selain peminum bir kelas
advance, merekajuga perokok berat. Ternyata tidak berat-berat amat.
Bobby malah bukan perokoksama sekali. “Hanya kadang-kadang merokok untuk
keperluan sosial,” akunya.
Nasi Bungkus
Kesederhanaan
SID juga terasa ketika kami bertemu di Radio Hard Rock, Kutasekitar dua
minggu setelah pertemuan pertama kami di Twice Bar. Pagi itu SIDsiaran
di radio sebagai bintang tamu konser Outloud di Central Parkir Kuta.
Ketika
saya tiba di sana, di kamar sempit tempat siaran Hard Rock ini sudah
adaJerinx yang memang tinggal di Kuta dan Bobby bersama Dodix manajer
mereka. Ekabelum terlihat.
Pas siaran sudah berjalan, Eka baru
datang. Dia juga bawa sarapan. Sederhanabanget yang dia bawa: nasi
bungkus! Tepatnya nasi dengan bungkus plastik.Sepertinya ini nasi
bungkus beli di pantai Kuta. Sayangnya, saya lupa tanya dimana beli nasi
bungkusnya. Hihihi..
Dengan tarif tiap manggung antara Rp 30
juta hingga Rp 50 juta, meski jugakadang gratis kalau teman sendiri,
personil SID masih mau makan nasi bungkusseharga Rp 5.000. Salut.
Nasi
bungkus pula yang mereka makan ketika kami bertemu Kamis pekan lalu
padasesi foto bersama teman saya, Den Widhana, blogger yang juga web
designer danfotografer.
Hari itu seharian saya dan Deni memotret
mereka secara bergantian. Pas jammakan siang tiga personil SID dan
beberapa staf manajemen mereka berkumpul dikantor SID di Jalan Seroja,
Denpasar Timur.
Kebetulan sekali hari itu juga ada perayaan ulang
tahun dua personil SID, Ekayang lahir 8 Februari dan Jerinx yang lahir
10 Februari. Jadi, saya sudah mikirpasti akan ada makanan berlimpah dan
mewah. Tapi, walah, ternyata mereka“hanya” makan nasi bungkus.
Ini sederhana apa pelit, sih? Wahaha..
Tukang Rakit
Bobby
tinggal di Jl Padma, sekitar Kampus Universitas Ngurah Rai,
DenpasarTimur. Rumah kontrakan seluas 2,8 are ini, kata Bobby, hasil
main band danjualan baju.
Hal menarik tentang Bobby adalah hobinya
merakit sepeda. Dia mengaku merakitsepeda sejak masih SD. Hobi itu masih
dia lakukan hingga saat ini meski sibukngeband. Salah satu buktinya
sepedanya sekarang yang dia pakai dalam sesi foto.Sepeda ini dia rakit
sendiri dari rongsokan seharga Rp 100.000. “Ini buktinya,”kata dia
sambil menunjukkan foto rongsokan bodi sepeda di Blackberry-nya.
Rongsokan
itu kemudian dia rakit sendiri dengan tambahanperangkat lain, seperti
setir, sadel, pedal, dan seterusnya. Total habissekitar Rp 2 juta.
Weleh. Jatuhnya mahal juga, Bli. Hehe..
Selain hobi merakit sepeda,
dan tentu saja gowes, Bobby juga suka mendesain.Karena itu dia juga
memproduksi pakaian dengan label sendiri, Electrohell.Label ini dia buat
bersama Rizal Tanjung, temannya sesama surfer. Sebelum totalmain musik,
Bobby memang surfer. Dia juga membuat desain pakaian surfingsebelum
total main musik di SID dan membuat label sendiri.
Bobby juga
bercerita SID dulu main dari konser ke konser tanpa bayaran samasekali.
“Dulu diajak main saja sudah senangnya bukan main,” katanya.
Honorprofesioanl mereka pertama kali adalah ketika tampil di acara
Granat, konserala mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Udayana, Bali.
Waktu itu SID dibayar Rp 400.000. “Pas terima duit itu senangnya bukan main.Waah, bisa juga dapat duit dari tampil,” kata Bobby.
Tapi
itu dulu. Sekarang tarif manggung SID antara Rp 30 juta hingga Rp 50
juta.Tapi, tarif ini sangat bisa dinego. Kalau acaranya besar plus
banyak sponsor,mereka memang pasang tarif segitu. Kalau acaranya amal,
mereka bersedia datangmeski hanya dibayar sebotol bir atau setangkai
mawar. Hehe..
Tukang Oprek
Selama sekitar 16
tahun membangun band, kini personil SID menerima hasilnya.Begitu pula
Eka dengan Harley Davidsonnya. Toh, dia mendapatkan itu semuakarena
sejak kecil sudah terbiasa bekerja keras.
Tiap kali melihat SID
tampil, saya merasa Eka berperan seperti joker, tukangbikin suasana jadi
lebih kocak. Dia menghidupkan suasana denganomongan-omongannya,
terutama dalam Bahasa Bali.
Namun, pada sesi foto kami di rumah
Bobby, kami minta dia berpose sangat seriusdengan menghadap layar
komputer. Pose ini disesuaikan dengan minatnya, internetdan komputer.
Sejatinya,
Eka memang geek. Dia salah satu peloporpenggunaan internet di Bali.
Sejak tahun 2000 dia sudah akrab denganprogramming dan coding. Maklum,
saat itu dia bekerja sebagai desainerwww.baliaga.com, media harian
online milik NusaBali, koran lokal yangsebelumnya bernama Nusa Tenggara.
Eka
awalnya lebih banyak bekerja untuk desain grafis. Namun, karena dia
disuruhmengelola website, dia kemudian belajar ngoprek website, belajar
tentangprogram, coding, CMS, dan tetek bengek seputar website. Dalam
bahasa pekerjateknologi informasi, pekerjaan semacam ini disebut
ngoprek.
Hasilnya, dia makin mahir ngoprek website, mulai dari konsep, desain, sampaicoding. Eka pula yang membuat website
www.supermanisdead.net.
“Sampai sekarangjuga masih sering ngerjain pesanan website dari
teman-teman,” katanya. Untukmengerjakan pesanan website itu, Eka punya
usaha sendiri diwww.disposablelies.com. Eka tak mau menggunakan CMS
berbasis open source,seperti WordPress, Joomla, dan semacamnya.
“Kalau pakai open source lebih gampang dibobol orang,” katanya.
Untuk
semua keahliannya itu, Eka belajar secara otodidak. Dia
satu-satunyapersonil SID yang lulus kuliah. “Karena merantau. Jadi
kasian kalau sudahjauh-jauh ke Denpasar tapi tidak lulus kuliah,”
katanya.
Eka lahir dan besar di Negara, Jembrana, sekitar 3 jam
perjalanan dari Denpasarke arah Gilimanuk. Kedua orang tuanya guru.
Karena itu, dia mengaku punyatanggung jawab untuk menyelesaikan kuliah.
Dan,
dia berusaha keras untuk menyelesaikan kuliah itu. Pada tahun
keduakuliahnya, Eka sudah mandiri. Dia bekerja di dua tempat sekaligus.
Pagi dikantor Baliaga. Malamnya di tempat lain. “Aku dulu pekerja keras.
Kerassekali,” katanya.
Terbiasa bekerja keras sejak kuliah itu membuat Eka juga terbiasa dengan SIDyang memulai karir dari dunia indie.
Tukang Ojek
Selama
mengenal SID dari media atau cerita teman, Jerinx jadi sosok
palingidentik dengan SID. Dalam beberapa kesempatan diskusi tentang SID
yang sayaikuti, Jerinx hadir mewakili SID. Jadi, kesan dia sebagai
frontman memang takterhindarkan.
Lewat statusdi Facebook ataupun
twit personalnya, Jerinx paling sering mengangkat isu yangbagi banyak
orang mungkin kontroversial. Misalnya, radikalisme, kelompok gaydan
lesbian, dan semacamnya. Jerinx terlihat paling keras kalau
ngomong.Sayang, saya tak punya cukup waktu untuk ngobrol bersamanya
secara personalkecuali ketika bersama teman-temannya.
Namun,
selama beberapa hari melakukan reportase tentang SID, saya menangkap
haltotally different dari sosok paling gahar dan sangar di SID ini.
Hal
yang membuat saya salut pada Jerinx adalah kendaraannya. Dia masih
naikmotor butut Supra Vit dengan nomor polisi yang sudah memutih.
Motornya jugaagak dekil. Motor yang sama saya lihat dipakai Jerinx saat
kami bertemu di HardRock Radio.
Di balik nama besarnya sebagai
frontman SID, band dengan fans mencapai 1,8 jutaorang plus image tentang
anak band yang bagi banyak orang adalah bad boy,penampilan Jerinx di
luar panggung biasa saja. Dia lebih mirip tukang ojekdaripada frontman
band sejuta umat. Hehe..
Kamis pekan lalu, kami berencana
memotret dia pas main surfing. Tapi, karenadia ada acara di Ubud, maka
kami mengikutinya ke sana begitu selesai berkumpuldi kantor manajemen
SID.
Dia mau menunggu kami untuk berangkat bersama. Saya
merasakan kehangatan dariJerinx sebagai teman, atau setidaknya tuan
rumah pada tamunya. Dia rendah hatisekali.. Sepanjang perjalanan menuju
Ubud, Jerinx beberapa kali melambaikantangan menjawab salam dari orang
yang melihatnya.
Di luar urusan musik, Jerinx juga mengelola
clothing sendiri dengan labelRumble. Toko ini berkantor pusat di Kuta.
Kini dia membuka cabang di Ubudpersinya samping pintu gerbang Museum
Antonio Blanco di dekat jembatan TukadCampuhan. Kamis pekan lalu Jerinx
ke sana untuk melihat upacara adat (melaspas)toko bercat hitam dan merah
tersebut.
Karena sudah sore dan capek setelah motret seharian,
saya tak banyak bertanyapada Jerinx yang juga sibuk memeriksa persiapan
pembukaan toko. Sore itu tokobaru tersebut masih belum berisi apa pun.
Jerinx
pernah jadi vegetarian antara 1997-2007. “Tidak tega saja lihat
binatangdisembelih,” katanya. Tapi, kini Jerinx sudah makan daging lagi.
“Tidak kuatjuga kalau harus selalu menghindari daging, terutama saat
konser,” katanya.
Toh, Jerinx masih menghindari makan
daging dari hewanberkaki empat, seperti kambing, babi, dan sapi.
Pantangan semacam ini biasanyadilakukan oleh pemimpin agama Hindu di
Bali, seperti pemangku dan pedanda.Tapi, Jerinx mengaku mengikuti
pantangan ini bukan karena alasan religiusitas.Lebih karena alasan itu
tadi, kasihan.
Alasan Jerinx itu kian menguatkan pendapat saya
tentang SID dan parapersonilnya. Di balik gemerlapnya, di belakang
jutaan penggemarnya parapersonil SID ini orang-orang yang amat
bersahaja.
Di BalikTatto I Gede Ari Astina (JERINX)
Jerinx,
menyimpan filosofi di balik tato-tato yang melekat ditubuhnya. Sadar
bahwa tato merupakan sesuatu yang krusial, Jerinx tak mau asalmenaruh
gambar tanpa makna dan nilai apa-apa. Dia berujar bila tato itu
bakaldibawa sampai mati. Jadi, harus punya makna yang dalam.
Tato yang ada di badan Bli Jerinx antara lain :
1.Tato bertuliskan "Grand Mom" di lengankanan ia toreh ditubuhnya untuk mendedikasikannya kepada sang nenek.
2.
Judul lagu country yang dibawakan lagi samaSocial Distortion yang
liriknya bagus dan menyentuh banget bagi saya. Ditato diperut.
3. Tato Lady Rose, yang didedikasikan orang yangsangat berarti dan berharga bagi Jerinx .
4. Tato naga yang berarti bahwa Jerinx ber-shionaga.
5. Bahkan, Jerinx juga mengabadikan runtuhnyamenara kembar WTC dalam tubuhnya.
Dimata
saya sebagai fans SID, lebih dari seorang drummer,Jerinx adalah
seseorang yang berwawasan dan berpandangan sangat luas dalamberbagai
hal. Baik itu soal musik, sosial, bahkan sampai masalah agamasekalipun.
Hal tersebut dapat dilihat dari twitter bli Jerinx.
Jernix pernah membuat sebuah pernyataan yangmembuat saya semakin kagum dengan SID umumnya, khususnya sosok Jerinx.
Pernyataan
tersebut adalah "Kami sama sekalitidak pernah melakukan lipsync atau
playback di stasiun TV manapun. Yang kadangkami lakukan selama ini
adalah teknik minus one,"
Selanjutnya, Jerinx juga menegaskan, jikapenampilan mereka sepenuhnya ditujukan untuk fans.
"Jika
tidak suka melihat SID tampil minusone, matikan saja TV nya, beres.
Yang jelas ada berjuta-juta remaja di pelosokIndonesia yang akhirnya
bisa mengenal dan meresapi pesan yang kami sebarkanlewat TV,"
"Dan bagi kami itu jauh lebih pentingdaripada hanya ingin 'terdengar' sangar dan idealis. Itu tidak akan merubahapa-apa,"
Itulah beberapa pernyataan Jerinx yang bikin saya kagum bro.
Oh iya, selain SID, Jerinx juga punya band lagibro, namanya
Devildice.
Kutipan Lain
Renungan DitengahKonser SID & PWG
Sekian lama... ya,lama sekali!
Dan konser kemarin
-konser yang kutunggu-tunggu itu-
jujur saja agakmembuatku sedih. Sedikit sedih ditengah kebanggaan di
dada akan kebesaranSuperman Is Dead sekarang. Pekan Raya Jakarta jadi
saksi pertemuan kamikembali. Bagian menarik dari pertemuan kali ini
-entah karena panitianyamemang lugu atau bagaimana- mereka menyepanggungkan SID dengan,
ehm... PeeWee Gaskins!!!
Panitia yang sangat berani, bahkan terkesan nekat, bukan?!
Baik, ini ulasan peristiwanya!
Pertama-tama,
bayangkanlah sebuah lautan manusia beratribut Outsiders memenuhibibir
panggung dengan kaos, topi, bahkan poster besar pokoknya semua
berbauSuperman Is Dead. Nah, dimanakah anak Dorky, para fans PWG berada?
Of course tidakditengah-tengah massa hitam-merah ini, mereka ada di belakang. Dan massaberwarna-warni
ngejreng dan terlihat masih belia sekali.
And the mad time begin!
Dimulai dengan MC yang
(dibayar untuk)
cerewet, dimana setiap merekamenyebut kata-kata tertentu langsung
disambut koor "WUU...."dari penonton, sampai pada sesi wawancara pertama
untuk PWG yang jauh darikhusyuk. Bagaimana tidak, lontaran teriakan
"Anj*ing lo!!!","Turun bang*sat!!!", dan sebangsanya meluncur dengan
fasih daripenonton tiap mendengar kata "Pee Wee Gaskins", "PWG"maupun
"Dorky". Belum lagi lautan jari tengah yang mewabah di udara.Outsiders
malam itu kompak duduk manis, memberi pesan bahwa PWG yang dipanggungitu
tak layak mendapat atensi.
Pokoknya, kalau kau menjadi PeeWee malam itu, kau akan menangis dan berlaripulang. Sambil menutupi wajah!
Aku
pernah punya band, kami pun pernah diteriaki atau dimaki-maki.
Itumemang kehidupan wajar bagi tumbuh kembang sebuah band, apalagi
yanghidup ditengah massa penuh asap rokok dan bau alkohol. Karena itu ku
tahupasti, keadaan itu akan membuat perut para personel mulas-mulas.
Persis sepertisaat ku diteriaki oleh para pemabuk di Peanut Bar, Kuta
dulu!
Sesi wawancara Pee Wee berakhir.
Tak lama kemudian, sesi
wawancara SID dimulai. Lautan manusia yang tadi dudukmanis serentak
berdiri. Semua bertepuk tangan. Aku juga berdiri, sumringah.Pertanyaan
MC mengalir seiring jawaban dari SID, dimulai yang nyleneh sampaiyang
serius. Tapi sebelum meninggalkan panggung, Ari Astina alias JRX
mengambilmicrophone dan berpesan,
"...nantijangan ada lempar-lemparan, ya. Atau kami pulang..."
Yeah...
Sebuah ancaman?
Bukan
juga. Sudah bukan rahasia lagi bila PWG manggung, berbagai material
akanbeterbangan ke arah panggung. Semua penonton bertepuk mendengar
pesan damai JRXsang orator ini. Aku pun membatin,
"bijak sekali kau, JRX... penontonmembutuhkan kata-kata itu!"
Tapi bahkan pesan langsung dari bibir sang idola tak bisa menempel lama di dahipemirsa!
Begitu
PWG naik panggung, massa beringas dan lupa pada aksi duduk diam
mereka!Berdiri, berteriak, mengumpat, mengacungkan jari tengah.
Hellyeah, meskimiris, aku masih manganggap ini oke-oke saja. Tapi
-sayang beribu sayang-mulai ada aksi lempar-lempar.
Hmm...
Panitia
mungkin membaca bahwa suasana terlalu panas dan harus
segeradidinginkan. Secepatnya! Mulailah mereka menyemprot air. Aku
awalnyakegirangan, berjingkrak di bawah semprotan air konser yang selalu
menyenangkansambil menari liar ala setan. Tapi ini
kok makin
deras, haha. Aku punmenyingkir agak ke pinggir. Ternyata semprotan itu
sukses membubarkan kerumunankesetanan secara halus. Tapi masih saja
material-material beterbangan.
lagu pertama PWG berakhir...
... dan hal mencengangkan itu terjadi!!!
Aku tersenyum bangga melihat apa yang nampak di panggung saat ini...
Superman
Is Dead, tiga pahlawan sejak aku masih ingusan 9 tahun lalu, munculdari
belakang panggung berasap dan berdiri di pinggir panggung. Gagah
sekali!Susah payah aku mendongakkan leher agar bisa melihat mereka.
Kemudian JRXdengan lantang berkata...
"...Kalianterserah berteriak atau mengacungkan jari apapun, tapi tolong
janganmelempar sesuatu. Properti band kesayangan kalian juga bisa jadi
korban. Hargaiband mereka, biarkan mereka menjadi diri mereka sendiri.
Menjadi diri sendiriitu tidak mudah, dan usaha itu harus kita hargai..."
kata-kataselanjutnya tak kudengar jelas, karena tepuk tangan dan elu-elu membahanaterdengar lagi.
Ending orasi sang drummer dapat kutangkap sedikit...
"...jangan bikin malu kami..."
Yeah...
Pee
Wee kembali melanjutkan bernyanyi, dan benda-benda beterbangan lagi.
Akuterus mengacungkan jari tanda piss ke udara, meski orang-orang yang
sibukmengacungkan jari tengah memandang murka padaku. Aku tak peduli...
karenamemang itu yang ada di hatiku, itu yang ingin ku sampaikan.
Sebuahjari tanda damai!
Saat asik mengacung jari, orang disebelah kiri ku
-yang sejak tadimemperhatikan- mendadak bicara...
"nggak aneh kok bro.
Yeah, inilah hidup sebuah band!"
Hah? Aku bingung, antara orang ini berbicara padaku, atau ia berbicara dengandirinya sendiri.
"Ingat
SID awal-awal muncul dulu?" ia bertanya retoris padaku,"bahkan lebih
parah dari ini! Dilempari botol air kencing, panggungnyadibakar, dan
lain-lain"
Teman disebelahnya mendengarkan, dan menyela, "Tapi PWG
tu songong,bro! Tadi anak dork diluar mukulin anak kecil yang berbaju SID"
Ia senyum saja.
"Emang lo liat? Ah, gosip
mah biasa.
Dulu SID jugadigosipin anti sama etnis Jawa, punya tatto fuck Java,
kan? Tapi terbukti itugosip doank. Kalo niat benci emang dapet aja lah
alasannya"
...
Mereka berdua asik berdiskusi lagi, sementara aku
sibuk dengan pikiranku. Didepan, Pee Wee Gaskins sedang menyanyikan
"Dari Mata Sang Garuda"dengan latar bendera merah putih dan Garuda
Pancasila. Sayangnya masih ada yangmengacungkan jari tengah.
Pikiran melayang dengan adegan flashback, awal ku berkenalan dengan SupermanIs Dead...
Sejak
kelassatu SMP, Superman Is Dead sedang muncul-munculnya dengan album
Kuta Rock City.Bahan kekasihku kala itu bercerita bahwa ayahnya disuruh
membeli kaset Peterpanmalah beli album Kuta Rock :o ! Tapi yah...
perjanannya tidak mulus. Banyakyang mencibir, dari masalah etnis tadi,
sampai ke mengungkit-ungkit skill.
Tapi akukala itu terpukau. Kagum!
Mulailah
aku teratur mendengarkan album ini secara intens lewat kaset tape
yanglegendaris. Artwork albumnya juara! Merah dengan gambar bergaya
stempel hitam.Seketika lelaki di SMP 1 Negara jadi suka mengkancing
kerah baju teratas danberambut mohawk, biar mirip JRX katanya. Aku pun
berusaha keras belajar lagu"Kuta Rock City", karena band ku akan
membawakannya di panggungsekolah yang biasanya dipenuhi pop Bali, haha
:D ! Banyak yang mencibir, tapidisanalah serunya. Seru menjadi
pemberontak, seru punya pendirian musik danlifestyle, serta seru menjadi
minoritas.
Bagaimana tidak minoritas?
Dulu SID dicap sebagai
band biang rusuh. Tiap konser selalu menyerempet bahaya.Dan kami,
sekelompok anak desa tetap memberi dukungan penuh. Demi Kuta RockCity,
demi Ephedrine King, demi Burn for You, demi Disposable Lies, dan
segalademi-demi lain. Ditengah lautan pencibir, kami pemberontak. Dan
itu sangatmenyenangkan. Punk dan perlawanan terhadap budaya mainstream
selalu menjadipasangan manis, bagaikan kopi dengan pisang goreng di pagi
terakhir sebelumhari kiamat; anggun nan horor!
Bukankahperasaan
berdiri tegak menantang itu
juga sedang bergemuruh di dadaadik-adik dorky dibelakang sana sekarang?
Mereka sedang melawan arus mainstreamyang benci PWG dengan datang ke
arena PRJ lautan outsiders. Bagaimana aku takrespek pada orang-orang
pemberontak macam ini?
Aku dulubangga menjadi muda beda dan
berbahaya. Kini, Superman Is Dead sudahbesar. Tak ada lagi lemparan,
hujatan saat pentas, apalagi bensin dan oboruntuk menyulut panggung.
Kini ada kata "outsiders" yang menjadisahabat SID di setiap pestanya.
Namun, di malam gelap dengan panggunggemerlapan ini, aku, Dewa Made
Cakrabuana Aristokra, pengikut setia Superman IsDead sejak nyaris 10
tahun lalu merasa rindu akan sesuatu.
Mengapa kiniada orang yang mengaku cinta SID justru melempari band lain?
Mengapa kiniada orang yang mengaku cinta SID justru menghujat band lain ditengah pentasnya?
Tidak kahmereka belajar sesuatu dari perjalanan penuh keringat dan darah band pujaannyaini?
Mengapa merekajustru melakukannya pada orang lain?
Aku bingung...
Kesadarankukembali
ke dunia nyata, ditengah-tengah panggung megah Pekan Raya Jakarta
lagi.SID memperkosa panggung dengan luarbiasa berandal. Semua
berjingkat, semuasumringah, semua berdansa setan, dan aku ikut dengan
mereka. Ikut kesetanan!Entah ini memang benar atau hanya perasaanku
saja, orang-orang yang tadimemandangku tajam karena mengacungkan tanda
piss ke udara
-mungkinaku dianggap dorky- kini menari-nari liar dan menjadikan aku semacamtarget operasi. Kunikmati saja sambil basah kuyup.
Kuperhatikan mereka...
pantas mereka bisa membenci band lain sementara
mengaku cinta SID.
Mereka
baru-baru saja cinta, terbukti mereka sibuk menari liar menjadikan
tubuhpenonton lain sebagai samsak hanya berbekal sedikit lagu. Album
Black MarketLove, mereka seru berjingkat. Album Angels and Outsiders,
apalagi! Namun begituintro lagu Vodkabilly terdengar, mereka diam.
Giliranku beraksi!!! Sekarang!!!
Kuteriakkan liriknya sambil menari liar.
Malam gelap dingin mencekam,kesepian serasa ingin berontak!!! Ini lagu yang mengawal tumbuhkembang hidupku, bahkan kapan saat JRX memukul kepala
ride nya punku tahu pasti. Dilanjutkan dengan Kuta Rock City, kuteriakkan lagi liriknyasambil berjingkat!
With the engine running fast! Seketika merekamemandangiku, orang yang mereka kira Dorky.
Yeah, aku menikmatihentakkan lagu PWG, aku bahkan suka sekali lagu "Berdiri Terinjak",
sofuckin what??? Dengan
begitu berarti aku tak boleh mencintai SID? Ataukalau aku mencintai SID
berarti harus meneriaki PWG dengan kata-kata kotor?Atau dengan membenci
PWG, kalian merasa menjadi lebih "outSIDers"dari yang lain?
Ini
aku, ini cintaku pada sekelompok pemuda pemabuk yang berevolusi
perlahanmenjadi aktivis lingkungan dan keberagaman sekarang. Lalu apa
yang dilakukan
"parapecinta SID" itu didepanku kini?
Jauh....
Jauh
dari pesan lagu Luka Indonesia yang mereka teriakan bersama-sama.
Merekasatu nusa satu bangsa namun masih saling hina. Aku kecewa, dan JRX
juga kecewa.Lihat tweet-nya ini
@JRX_SID: Sama.Mudah2an
aksi lempar2an itu berakhir di PRJ & ga terulang lagi
RT@kkhancuteunyu: JRX, semalem kecewa sama Outsiders nya :(
@JRX_SID: Atasalasan apapun, melempari sebuah band yg sedang manggung gak akan menjadikankalian seorang pemberontak.
ahh... SID...
aku
rindu kebersamaankita yang dulu saat kita masih jadi minoritas. Namun
apapun yang terjadi,selalu sebarkan pesan damai seperti tadi. Aku salut
saat kalian berdiri gagahdi pinggir panggung. Makin tinggi nada melodi
gitar, maka makin lebar pulaneck-nya, makin besar kejayaan, makin besar
pula tantangan yang akan dihadapi.Seperti pesan kalian saat fans
facebook mencapai 1 juta. Aku tau lewat lagu,tindakan, dan
tweet kalian sedang berusaha menularkan nilai-nilaipositif.
Maju terusSID...
Untuk
PWG, dorky, atau siapa saja diluar sana yang sedang memberontak
arus,hormatku padamu! Teruslah berdiri terinjak hadapi hidupmu, dengan
semangatberdiri tegak menantang yang tak pernah menyerah dan tak mau
mengalah!
bagi kitasesama outSIDers, ingat lagi pesan
Superman Is Dead, band yang kita banggakanbersama. Jangan bermusik
dengan fasisme. Jangan buang-buang energi denganmembenci. Ayo bangun
dunia di dalam perbedaan. Bhinneka Tunggal Ikka, in rock n roll ways!
Resapi apa lirik yangkalian teriakkan, dan kalian akan tahu bahwa SID
itu liar bagai kuda gila, nasionalis bagai burunggaruda, dan cinta
kedamaian bagai Mahatma Gandhi!
Kutipan lain
Superman IsDead: "Band ini Sebuah Movement..."
Band
yang dulukuyanyikan lagunya di panggung kecil SMP 1 Negara kini telah
menyanyi dipanggung Warped Tour, festival raksasa USA,
bahkan bandAsia yang pernah main disana bisa dihitung sebelah jari...
Band
yang dulu panggungnya dibakar, dan personilnya dilempari botol aqua
berisiair kencing itu kini telah meraih peringkat 14 versi Billboard
Internasional!
Billboard...
for the God sake...
bahkan jadi artis Indonesia kedua setelah Anggun yang pernah berada di chartkeramat itu.
Dari
berita yang disajikan oleh Detik dot com saat mereka mewawancarai
SID,kata-kata judul artikel diatas lah yang meluncur dari bibir tiga
pemuda Baliini,
"SID adalah sebuah MOVEMENT..."
dan suara miring pun langsung menyerang...
menyerang SEKETIKA!!!
Banyak tanggapan miring yang beredar tentang pengakuan SID ini. Yang paling kuingat adalah komentar dari seseorang musisi...
"... sayasaja,
-yang setiap manggung ditonton ribuan orang- tak pernah menganggapdiri sebagai sebuah MOVEMENT! Dasar... pemuda
nggak ngerti dunia, sokideologis. Padahal masuk major label, sudah menjilati ideologi
punk!"
Hmm...
Sayangnya, aku tidak sedikitpun sependapat dengan kata-kata diatas!
Punk = indie label???
Hukum
buatan siapapula yang mengatakan begini. Punk itu masalah ideologi,
bro! Bukan sekedarmajor atau tidak kah mereka. Dan label hanyalah sebuah
aksesoris pembantu.Label, bagi SID hanyalah sarana untuk
melipatgandakan volume gitar Bobby agarpesan dari distorsi gitarnya
dapat terdengar lebih luas. Bukankah dengan begituideologi dan isi hati
yang jadi pokok ide kaum punk dapat menggema menyebar?
Camkan pula, label tak pernah ikut campur dalam musik SID,
dalam bentukapapun.
SID rekaman di studio sederhana milik Bobby sendiri, sebuah gang
dipinggiran Denpasar. Label hanya mengganti biaya rekaman. Bagaimana aku
tau? Yahaku melihatnya sendiri...
Musik SID tak garang lagi???
Damn!
Apa kalian masih mengharapkanlagu tempo supercepat, teriakan garang,
dan aksi panggung gila2an daribapak-bapak berumur 30-an? Bahkan Eka
sudah punya dua orang anak. TanyaGreenday, G 'n' R, atau SIAPA SAJA
tentang usia dan kaitannya dengan musiktempo supercepat!
Kalian pikir punk itu masalah
dug-tak-dug-tak?
Epic fail, dude!
Dengar
saja para godfather punk. Sex Pistols, Ramones, dan sebagainya.
Malah,lagu-lagu mereka cenderung bertempo sedang. Tapi lihat
attitudenya! Sex Pistolsbahkan pernah mengacaukan pesta Ratu Elizabeth!
Tapi itu terlalu extrim, akupribadi tak mengharapkan Jerink, Bobby dan
Eka melempari Istana Merdeka dengantomat! Yah, yang jelas punk itu
masalah ideologi, keyakinan, gaya, dan filosofihidup. Jangan sempitkan
punk, menjadi sesempit kecepatan ketukan drum!
SID memang sebuah movement...
Saat
band-band lain menghamba dan menjadi anak manis bagi pasar dan
industri,SID tidak! Saat tema cinta jadi keharusan bagi band agar bisa
masuk tivi
(setidaknyadi Dahsyat), SID tidak mau ikutan romantis patah hati. Dengar danperhatikan lagunya.
Lagu "kuat kita bersinar" mengajak kita membangun dunia didalamperbedaan, karena jika kita tetap satu maka tetap kuat kita
(akan) bersinar.
Lagu
"we are outsider" juga mengajak para penggemarnya tak menyerahuntuk
selalu menghormati, menghargai, dihormati, dan dihargai.
"luka
Indonesia" mengingatkan kita sebagai satu nusa dan satu bangsa,cukup
sudah saling hina dan mangsa. Nampaknya hal ini memang langka sekarang
see???
Itu baru dari sisi musik, belum
attitude.
Saat
artis lain harus jaim, menjaga tutur bicara, pandangan, melacurkan
isihatinya demi tetap eksis di dunia hiburan, lagi-lagi SID tidak! Aktif
sajamereka turun kejalan menentang UU Pornografi dan mengusulkan agar
itu menjadiPeraturan Daerah saja. Analogi mereka sederhana, misal,
celana pendek adalahsebuah pelanggaran pornografi di Aceh, namun jadi
sangat sopan di Papua, bukan?Tiap daerah punya standar porno dan
kesopanan sendiri, janganlah kita yangmemutuskannya. Begitu pikiran SID.
Masih ada lagi....
Lihat
isi facebook dan tweeter para personil Superman Is Dead, apalagi JRX
sipenggebug drum. Kerap ia berseru mengajak kita mengingat lagi nilai
manusia,mengingatkan kita bahwa manusia sekarang begitu parah.
Menyakiti, memukuli,bahkan mendiamkan aksi kekerasan
(terorisme)
kepada sesama manusia. Saatartis lain takut kehilangan penggemar dengan
melacurkan isi hati, ikut arus,dan main aman, SID tetap berteriak!
Berdiri tegak menantang
, menantangarus suara publik dan mengirim pesan damai dengan caranya. Lebih punkdari sekedar
dug-tak-dug-tak bukan?
brader,
Superman Is Dead bukanlah sekedar penyanyi....
Mereka bagian dari sebuah gerakan...
Gerakan untuk mengingatkan kita kembali akan indahnya perbedaan...
inilah movement yang mereka maksud....
Maju terus SID!!!
aku
bangga melihat tiga pemuda labil yang 7 tahun lalu berdendang
tentangminuman keras, penari telanjang, dan pesta liar kini telah
menjadi pahlawanpenyeru rasa kemanusiaan dan kebangsaan yang bertatto!